uswapunya

 Ada seorang anak bernama Raka yang sangat suka menggambar. Setiap hari sepulang sekolah, Raka selalu duduk di teras rumah dengan buku gambar dan pensil warna kesayangannya. Namun, orang tua Raka sering khawatir karena nilai pelajarannya menurun. Mereka takut Raka terlalu fokus menggambar dan lupa belajar. Meski begitu, Raka merasa menggambar adalah cara terbaik untuk membuatnya bahagia.


Suatu hari, di sekolah diumumkan akan ada lomba poster bertema “Cintai Lingkunganmu”. Semua siswa boleh ikut, dan pemenangnya akan mewakili sekolah ke lomba tingkat kota. Mendengar itu, mata Raka langsung berbinar. Ia ingin sekali ikut, tapi juga takut nilainya makin turun kalau terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menggambar. Di sisi lain, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bakatnya.


Sepulang sekolah, Raka bercerita kepada ibunya tentang lomba itu. Ibunya tersenyum dan berkata bahwa Raka boleh ikut, asalkan tetap membagi waktu untuk belajar. Mereka pun membuat jadwal sederhana: setelah belajar, barulah Raka boleh menggambar poster. Raka setuju. Malam itu, setelah mengerjakan PR, ia mulai membuat sketsa poster tentang anak-anak yang menanam pohon dan membuang sampah pada tempatnya.


Beberapa hari kemudian, poster Raka selesai. Poster itu penuh warna, dengan tulisan “Bumi Sehat, Kita Senang” di bagian atas. Guru-gurunya kagum melihat hasil karya Raka. Saat hari pengumuman pemenang lomba di sekolah, hati Raka berdebar-debar. Ketika nama pemenang diumumkan, Raka hampir tidak percaya saat mendengar namanya disebut sebagai juara pertama.


Raka pun maju ke depan kelas dengan malu-malu namun bahagia. Teman-temannya bertepuk tangan, dan guru kelas memuji kerja keras Raka. Guru juga mengatakan bahwa Raka bukan hanya berbakat, tetapi juga bertanggung jawab karena tetap mengerjakan tugas-tugas sekolah dengan baik. Raka merasa usahanya membagi waktu antara belajar dan menggambar tidak sia-sia.


Sejak hari itu, Raka semakin semangat belajar dan menggambar. Ia menyadari bahwa hobi dan pelajaran bisa berjalan bersama selama ia disiplin mengatur waktu. Orang tuanya pun menjadi lebih tenang dan bangga. Raka bercita-cita suatu hari nanti ingin menjadi ilustrator yang membuat buku bergambar tentang menjaga lingkungan, agar lebih banyak anak yang peduli pada bumi.

Komentar